Senin, 09 November 2015

RESUME KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASA DEWASA
Hipertensi merupkan salah satu  penyebab kematian dini pada masyarakat di dunia da semakin lama, permasalahan  tersebut semakin meningkat. WHO telah memperkirakan  pada tahun 2025 nanti. 1,5 miliyar orang di dunia akan  menderita  hipertensi tiap tahunnya. Tingginya angka kejadian hipertensi di dunia di pengaruhi oleh dua jenis faktor , yaitu yang tidak bisa dirubah diantaranya obesitas, konsumsi alkohol, kurang olahraga, konsumsi garam yang berlebihan, dan kebiasaan  merokok.(1)
Hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi dibuktikan dengan zat-zat kimia yang terkandung di dalam tembakau  yang dapat merusak lapisan dinding bagian dalam arteri, sehingga arteri lebih rentan terjadi penumpukan  plak  (arterosklerosis). Hal ini disebabkan `oleh nikotin yang terkandung dalam rokok yang dapat merangsang saraf simpatis  yang akan menyebabkan kerja jantung lebih keras dan akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah, serata peran karbonmonoksida yang dapat menggantikan oksigen dalam darah dan akan memaksa jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyabab kematian, dan salah satu faktor penyebabnya adalah kebiasaan merokok. Berdasarkan hasil penelitian dari 30 orang responden dengan melihat hasil analisis univariat didapatkan 10 orang reponden yang tidak memiliki kebiasaan merokok dan 20 orang yang memiliki kebiasaan merokok          . Lalu hasil bivariat yang didapat adalah dengan 7 orang responden yang tidak memiliki kebiasaan merokok tidak menderita hipertensi sedangkan 3 orang responden lainnya menderita hipertensi. Kemudian 20 orang responden yang memiliki kebiasaan merokok, sebanyak 3 orang responden tidak menderita hipertensi dan 17 orang responden lainnya yang menderita penyakit hipertensi.(2)
Hal ini sejalan dengan teori yang di kemukakan Smith, Tom 1986 bahwa rokok mempunyai bebrapa pengaruh langsung yang membahayakan jantung. Apabila pembuluh darah yang ada pada jantung dalam keadaan tegang karena tekanan darah tinggi, maka rokok dapat memperburuk keadaan itu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis berasumsi bahawa memang rokok dapat menyebabkan terjadinya hipertensi karena rokok mengandung banyak zat kimia yang dapat memicu hipertensi.(3)
Beberapa racun utama pada rokok adalah sebagai berikut, yang pertama adalah nikotin, komponen nikotin ini paling banyak dijumpai di dalam  rokok.  Nikotin  merupakan  alkaloid  yang  bersifat stimulant  dan  pada  dosis  tinggi  beracun. Nikotin bekerja  secara  sentral  di  otak  dengan  mempengaruhi neuron  dopaminergik  yang  akan  memberikan  efek fisiologis  seperti  rasa  nikmat,  tenang  dan  nyaman dalam  sesaat. Yang kedua karbonmonoksida atau   (CO).  Gas  CO mempunyai  kemampuan  mengikat  hemoglobin  yang terdapat  dalam  sel  darah  merah,  lebih  kuat dibandingkan  oksigen  ditambah  lagi  sel  darah  merah  akan semakin  kekurangan  oksigen  karena  yang  diangkut adalah  CO  dan  bukan  oksigen. Yang ketiga yaitu  tar.  Tar komponen padat asap rokok yang bersifat karsinogen.  Pada  saat  rokok  dihisap,  tar  masuk  ke dalam rongga mulut dalam bentuk uap padat. Setelah dingin,  tar  akan  menjadi  padat  dan  membentuk endapan  berwarna  coklat  pada  permukaan  gigi, saluran pernafasan dan paru.
Dan kemudian hubungan anatara lama merokok dengan kejadian hipertensi menunjukan sangat besar pengaruh lama merokok terhadap kejadian hipertensi. Nikotin yang ada di dalam rokok dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang, bisa melalui plak aterosklerosis, efek langsung nikotin terhadap pelepasan hormon epinefrin dan nonepinefrin ataupun melalui efek CO dalam peningkatan sel darah merah. Ini terbukti dari hasil antara kebiasan merokok dengan kejadian hipertensi. Dan terdapat juga hubungan antara jenis rokok dengan hipertensi. Jumlah rokok dan derajat perokok tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi.(4)
Kebiasaan merokok dilihat dari sudut pandang memang sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang disekelilingnya. Dari segi kesehatan, pengaruh bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam rokok seperti, nikotin, karbonmonoksida, dan tar akan memacu kerja dari susunan syaraf pusat dan syaraf simpatis sehingga mengakibatkan tekanan darah meningkat dan detak jantung bertembah cepat yang akan menstimulasi kanker, cardiovaskuler dan penyakit lainnya.(5)
Penelitian ini membuktikan hubungan langsung antara hipertensi seperti merokok, lebih bnayak mengkonsumsi rokok perharinya kemungkinan terkena hipertensi semakin besar dan akan berdampak terhadap kardiovaskular. Dan penelitian ini menyarankan akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kejadian hipertensi dan faktor-faktor resiko yang terkait dengan hipertensi. Dan mengurangi resiko terkena penyakit tidak menular ini dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Daftar Pustaka
1.        Octavian Y, Setyanda G, Sulastri D, Lestari Y. Artikel Penelitian Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki- Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang. 4(2):434–40.
2.        Makassar NH. KEJADIAN HIPERTNSI DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR. 2014;5:580–5.
3.        Tumaratas P, Langowan KEC, Kab B. Abstrak hubungan antara kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada pasien poliklinik umum di puskesmas tumaratas kec. langowan barat kab. minahasa. 2013;1–7.
4.        Manuscript A. NIH Public Access. 2014;27(1):24–30.
5.        Singh R, Pandey M, Tripathi P, George JOB V, Dahal P. A c a d e m i c S c i e n c e s. 2013;5(4).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar