RESUME
KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASA DEWASA
Hipertensi merupkan salah satu
penyebab kematian dini pada masyarakat di dunia da semakin lama,
permasalahan tersebut semakin meningkat.
WHO telah memperkirakan pada tahun 2025
nanti. 1,5 miliyar orang di dunia akan
menderita hipertensi tiap
tahunnya. Tingginya angka kejadian hipertensi di dunia di pengaruhi oleh dua
jenis faktor , yaitu yang tidak bisa dirubah diantaranya obesitas, konsumsi
alkohol, kurang olahraga, konsumsi garam yang berlebihan, dan kebiasaan merokok.(1)
Hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi dibuktikan dengan
zat-zat kimia yang terkandung di dalam tembakau
yang dapat merusak lapisan dinding bagian dalam arteri, sehingga arteri
lebih rentan terjadi penumpukan plak (arterosklerosis). Hal ini disebabkan `oleh
nikotin yang terkandung dalam rokok yang dapat merangsang saraf simpatis yang akan menyebabkan kerja jantung lebih
keras dan akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah, serata peran
karbonmonoksida yang dapat menggantikan oksigen dalam darah dan akan memaksa
jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyabab kematian, dan
salah satu faktor penyebabnya adalah kebiasaan merokok. Berdasarkan hasil
penelitian dari 30 orang responden dengan melihat hasil analisis univariat
didapatkan 10 orang reponden yang tidak memiliki kebiasaan merokok dan 20 orang
yang memiliki kebiasaan merokok .
Lalu hasil bivariat yang didapat adalah dengan 7 orang responden yang tidak memiliki
kebiasaan merokok tidak menderita hipertensi sedangkan 3 orang responden
lainnya menderita hipertensi. Kemudian 20 orang responden yang memiliki
kebiasaan merokok, sebanyak 3 orang responden tidak menderita hipertensi dan 17
orang responden lainnya yang menderita penyakit hipertensi.(2)
Hal ini sejalan dengan teori yang di kemukakan Smith, Tom 1986 bahwa
rokok mempunyai bebrapa pengaruh langsung yang membahayakan jantung. Apabila
pembuluh darah yang ada pada jantung dalam keadaan tegang karena tekanan darah
tinggi, maka rokok dapat memperburuk keadaan itu. Berdasarkan hasil penelitian
tersebut penulis berasumsi bahawa memang rokok dapat menyebabkan terjadinya
hipertensi karena rokok mengandung banyak zat kimia yang dapat memicu hipertensi.(3)
Beberapa racun utama pada rokok adalah sebagai berikut, yang pertama
adalah nikotin, komponen nikotin ini paling banyak dijumpai di dalam rokok.
Nikotin merupakan alkaloid
yang bersifat stimulant dan
pada dosis tinggi
beracun. Nikotin bekerja
secara sentral di
otak dengan mempengaruhi neuron dopaminergik
yang akan memberikan
efek fisiologis seperti rasa
nikmat, tenang dan
nyaman dalam sesaat. Yang kedua
karbonmonoksida atau (CO). Gas CO
mempunyai kemampuan mengikat
hemoglobin yang terdapat dalam
sel darah merah,
lebih kuat dibandingkan oksigen
ditambah lagi sel
darah merah akan semakin
kekurangan oksigen karena
yang diangkut adalah CO
dan bukan oksigen. Yang ketiga yaitu tar.
Tar komponen padat asap rokok yang bersifat karsinogen. Pada
saat rokok dihisap,
tar masuk ke dalam rongga mulut dalam bentuk uap padat.
Setelah dingin, tar akan
menjadi padat dan
membentuk endapan berwarna coklat
pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru.
Dan kemudian hubungan anatara lama merokok dengan kejadian hipertensi
menunjukan sangat besar pengaruh lama merokok terhadap kejadian hipertensi.
Nikotin yang ada di dalam rokok dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang,
bisa melalui plak aterosklerosis, efek langsung nikotin terhadap pelepasan
hormon epinefrin dan nonepinefrin ataupun melalui efek CO dalam peningkatan sel
darah merah. Ini terbukti dari hasil antara kebiasan merokok dengan kejadian
hipertensi. Dan terdapat juga hubungan antara jenis rokok dengan hipertensi.
Jumlah rokok dan derajat perokok tidak ada hubungan yang bermakna dengan
kejadian hipertensi.(4)
Kebiasaan merokok dilihat dari sudut pandang memang sangat merugikan,
baik untuk diri sendiri maupun untuk orang disekelilingnya. Dari segi kesehatan,
pengaruh bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam rokok seperti, nikotin,
karbonmonoksida, dan tar akan memacu kerja dari susunan syaraf pusat dan syaraf
simpatis sehingga mengakibatkan tekanan darah meningkat dan detak jantung
bertembah cepat yang akan menstimulasi kanker, cardiovaskuler dan penyakit
lainnya.(5)
Penelitian ini membuktikan hubungan langsung antara hipertensi seperti
merokok, lebih bnayak mengkonsumsi rokok perharinya kemungkinan terkena
hipertensi semakin besar dan akan berdampak terhadap kardiovaskular. Dan
penelitian ini menyarankan akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kejadian
hipertensi dan faktor-faktor resiko yang terkait dengan hipertensi. Dan
mengurangi resiko terkena penyakit tidak menular ini dan mampu meningkatkan
kualitas hidup masyarakat.
1. Octavian
Y, Setyanda G, Sulastri D, Lestari Y. Artikel Penelitian Hubungan Merokok
dengan Kejadian Hipertensi pada Laki- Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang.
4(2):434–40.
2. Makassar
NH. KEJADIAN HIPERTNSI DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR. 2014;5:580–5.
3. Tumaratas
P, Langowan KEC, Kab B. Abstrak hubungan antara kebiasaan merokok dan konsumsi
alkohol dengan kejadian hipertensi pada pasien poliklinik umum di puskesmas
tumaratas kec. langowan barat kab. minahasa. 2013;1–7.
4. Manuscript
A. NIH Public Access. 2014;27(1):24–30.
5. Singh
R, Pandey M, Tripathi P, George JOB V, Dahal P. A c a d e m i c S c i e n c e
s. 2013;5(4).